News

AMD Pensiunkan Enam Ryzen Prosesor

Dengan kehadiran Ryzen 2 pada tanggal 19 April, AMD memutuskan untuk mengakhiri produksi beberapa SKU dari Ryzen 1 atau yang yang lebih popular disebut dengan kode namanya yaitu “Summit Ridge”. Mengingat Ryzen 1 baru diperkenalkan secara resmi pada bulan Maret tahun 2017, Summit Ridge merupakan salah satu prosesor dengan umur yang cukup pendek. Prosesor ini “berumur” satu tahun satu bulan. Mulai saat ini para retailer tidak dapat memesan prosesor tersebut dari AMD, mereka hanya dapat menjual stock yang tersisa. End Of Life (EOL) tidak berarti garansi produk tersebut tidak berlaku, AMD akan tetap menangani garansi yang masih berjalan dan tetap akan memberikan dukungan untuk produk-produk tersebut.

Prosesor yang dinyatakan EOL antara lain Ryzen 1800X, 1700X dan 1700(non-X). Untuk SKU Ryzen 5, 1600X dan 1400. Diikuti oleh Ryzen 3 1200. Berdasarkan produk slide yang menyertai peluncuran Pinnacle Ridge, Ryzen 7 2700X akan menggantikan 1800X dan 1700X untuk seri “8-core high performance”, diikuti 2700 yang menggantikan 1700 untuk kelas “8-core high efficiency”. Seri 1600X dan 1600 akan digantikan oleh 2600X dan 1600. Ryzen 5 1400 digantikan oleh Ryzen 5 2400G yang menghadirkan kombinasi prosesor dan IGP terintegrasi dalam satu paket yang ekonomis. Untuk kelas entry level Ryzen 3, 1200 yang menguasai kelas harga USD$ 100 akan digantikan oleh APU Raven Ridge Ryzen 2200G.

Seperti seorang petarung yang lincah, AMD “mengorbankan” SKU yang berlimpah dan mencoba bertarung dengan lini produk yang lebih ramping. Pada saat ini Ryzen 2 masih bertarung dengan Intel Coffee Lake, arsitektur penyempurnaan dari Kaby Lake yang belum berumur satu tahun. Pada saat ini Ryzen masih menjadi pilihan cerdas dan ekonomis dibandingkan Coffee Lake. Pergantian Ryzen generasi pertama ke generasi kedua terbilang cukup mulus. Kedua generasi tersebut menggunakan socket yang sama dan backward compatible. Pengguna yang menggunakan chipset 300 dapat dengan upgrade ke Ryzen 2 tanpa harus mengganti motherboard. Chipset seri 400 yang hadir bersama Pinnacle Ridge memang menghadirkan beberapa fitur baru, tetapi tidak mengharuskan pengguna untuk upgrade jika ingin mengadopsi Ryzen 2. Hal ini yang sayangnya menjadi masalah besar ketika transisi dari Kaby Lake ke Coffee Lake. Intel memutuskan untuk menghapus backward compatibility untuk kedua generasi prosesor tersebut. Tentunya ini membuat pengguna cukup geram, mengingat banyak pihak telah membuktikan kedua generasi prosesor tersebut backward compatible (secara tidak resmi tentunya). Ini membuat Coffee Lake seakan tidak berdaya melawan Ryzen. AMD menghadirkan produk yang optimal baik secara performa dan harga. Langkah untuk menghapus beberapa SKU adalah langkah tepat. AMD tidak mau dibebani oleh SKU lama yang secara performa dan harga telah digantikan oleh SKU baru. Kebijakan ini juga membuat retailer bahagia, karena mereka dapat menjual produk lama yang masih tersisa dengan produk baru secara bersamaan. AMD akhirnya sadar bahwa membahagiakan retailer adalah salah satu komponen penting dari kesuksesan sebuah produk. All i can say is way to go AMD!! Nice one!!

Leave a Reply

Your email address will not be published.