Review Smartphone

[DUEL] Smartphone Dua Jutaan: ASUS Zenfone Max Pro M1 vs XIAOMI Redmi 5 Plus

Performa

Smartphone tak selama bergantung pada fitur. Tanpa performa yang mumpuni tentunya pengguna tidak akan mendapatkan pengalaman penggunaan yang nyaman. Oleh karena itu kami menyertakan beberapa benchmark untuk memberikan gambaran perbedaaan performa antara kedua smartphone ini.

AnTuTu

Aplikasi ini adalah salah satu aplikasi paling popular untuk membandingkan performa antara perangkat berbasis Android. Benchmark menguji peforma CPU, GPU, User eXperience (UX) dan Memory untuk mendapatkan nilai overall agar dapat dibandingkan dengan performa perangkat lainnya. Program ini adalah salah satu program benchmark tertua untuk platform Android. Tak heran database terbilang cukup besar dan inilah yang membuat aplikasi ini dikenal sebagai pionir dibidangnya.

Secara keseluruhan Zenfone Max Pro M1 mampu unggul sebesar 32% diatas Redmi 5 Plus. Didalam penjabaran score, produk ASUS ini mampu unggul dalam faktor CPU, GPU dan UX. Dia hanya kalah tipis dalam pengujian memory. Efek dari penggunaan SoC yang lebih baru terlihat sekali dalam pengujian ini.

 

GeekBench 4

Benchmark yang satu ini terkenal dengan kehadirannya dalam berbagai platform. Mulai dari PC, Android dan iOS. Anda dapat membandingkan secara langsung (jika Anda mau) performa smartphone Android dengan PC desktop. Program pengujian ini juga menjalankan workloadnya dengan penggunaan single dan multi core.

Walau sama-sama menggunakan SoC yang telah mengusung Octa-core, terbukti penggunaan core Kyro berpengaruh besar untuk performa dalam benchmark ini. Hasil ini didapatkan dengan SDM 636 berjalan dengan kecepatan yang lebih rendah dari MSM8953. Zenfone Max Pro M1 mampu unggul 35% untuk pengujian single core dan 13% pada pengujian multi core.

 

PCMark

Benchmark yang cukup popular dikalangan enthusiast PC hadir juga untuk pengguna Android. PCMark adalah program benchmark yang mengukur performa dari smartphone dengan menjalankan beberapa operasi yang lebih difokuskan kepada penggunaan sehari-hari. Mulai dari web browsing hingga photo dan video editing. Kami menggunakan skenario Work sebagai acuan pengujian. Dua versi skenario tersebut mencoba mencerminkan penggunaan smartphone secara umum.

Pada kedua skenario pengujian, Zenfone Max Pro M1 mampu unggul atas Redmi 5 Plus sebesar 19 dan 26%. Perbedaan margin yang cukup berarti. Sekali lagi penggunaan SoC yang lebih baru mampu memberikan keunggulan kepada produk ASUS.

3DMark

Benchmark besutan Futuremark ini cukup terkenal sebagai acuan performa dalam skenario gaming. Karena semakin popularnya mobile gaming, wajar jika pengujian smartphone menyertakan pengujian kemampuan gaming. 3DMark sendiri menyajikan berbagai macam skenario pengujian. Kali ini kami memilih skenario Slingshot. Skenario Slingshot digunakan untuk menguji perangkat smartphone kelas menengah, posisi yang tepat untuk kedua smartphone yang akan kita uji.

Kombinasi Snapdragon 636 dengan Adreno 509 menunjukkan keunggulan yang cukup besar dalam pengujian ini. Wakil ASUS mampu memimpin dengan perbedaan skor total 50%!! Keunggulan ini sebagian besar didapat disektor graphic. Sektor yang cukup vital dalam performa gaming.

GFXBench OpenGL

Program benchmark yang satu ini adalah salah satu yang hadir dalam berbagai platform, mulai Android, iOS dan PC. Sebagai patokan industri untuk performa gaming 3D untuk Android membuatnya menjadi benchmark wajib yang perlu kami uji. Untuk pengujian ini kami memilih menggunakan skenario T-Rex.

ASUS Zenfone Max Pro M1 unggul sebesar 32-34% dikedua pengujian. Keunggulan ini kembali membuat pilihan mereka yang ingin menggunakan smartphonenya untuk kegiatan gaming jatuh kepada kombinasi SD636 dengan Adreno 509.

Battery Life

Battery life menjadi salah satu faktor penting dalam memilih smartphone. Tidak ada gunanya kita memilih perangkat dengan kemampuan luar biasa tetapi daya tahan baterai yang rendah. Ketahanan baterai tidak melulu soal ukuran yang lebih besar. Baterai berukuran kecil pun dapat tahan lebih lama jika dikombinasikan dengan SoC yang hemat daya.

Untuk pengujian baterai pertama, kami menggunakan PCMark battery test. Skenario ini melibatkan menjalankan skenario yang pada dengan pengujian pertama tetapi dilakukan berulang-ulang untuk mensimulasikan penggunaan harian. Melalui pengujian ini PCMark dapat mengestimasikan battery life dari sebuah perangkat smartphone.

Perbedaan sebesar 1000 mAh antara kedua perangkat menghasilkan perbedaan sebesar 11% dalam benchmark ini. Angka tersebut memang terdengar tidak besar untuk perbedaan kapasitas yang cukup besar. Tetapi jika perhatikan bahwa 11% mewakili perbedaan hampir dua jam, tentunya kita dapat setuju bahwa perbedaan tersebut cukup berarti.

Untuk pengujian baterai selanjutnya kami menggunakan battery test yang hadir dalam program Geekbench. Pengujian ini juga melibatkan skenario pengujian yang dilakukan berulang-ulang hingga baterai habis. Program ini juga memberikan skor untuk test baterai sehingga dapat dibandingkan dengan smartphone lain didalam databasenya.

Zenfone Max Pro M1 membutuhkan waktu 11 jam 49 menit untuk menghabiskan baterainya dalam pengujian ini. Sedangkan Redmi 5 Plus membutuhkan waktu 8 jam 47 menit. Perbedaan sebesar 25% diantara keduanya.

Untuk pengujian ini, kembali Zenfone mampu mendahului Redmi dengan perbedaan yang cukup besar. Skor total menempatkan ASUS unggul atas Xiaomi dengan perbedaan 39%. Apakah ini pembuktian bahwa kombinasi SoC yang tepat dengan ukuran baterai yang cukup besar membuat ASUS berhasil mengalahkan Xioami dalam urusan battery life?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *