Kamera News

Sony Gantikan RX100 V Dengan RX100 VA: Prosesor Dan Firmware Baru

Seiring dengan hadirnya iterasi keenam dari RX 100, Sony mengupgrade RX 100 V dan merebrandnya menjadi RX 100 VA. Upgrade tersebut meliputi prosesor baru dan update firmware yang berisi perbaikan-perbaikan kecil untuk memaksimalkan potensi dari prosesor baru tersebut. Sayangnya perubahan ini tidak disertai perbaikan hardware yang dari pada RX 100 Mark VI.

Upgrade prosesor pada RX 100 VA membawa beberapa perubahan yang identik dengan Mark VI. Diantaranya adalah perubahan sistem menu menjadi lebih terstruktur. Bagi yang belum terbiasa, menu sebuah kamera Sony memang terbilang membingungkan. RX 100 VA datang struktur menu Sony yang baru (yang telah ditemukan di RX 100 VI) yang lebih memudahkan pengguna. Menu sistem ini juga disertai dengan fitur “My Menu”, dimana pilihan-pilihan yang seri digunakan dapat dikumpulkan dalam satu tempat. Semacam shortcut di menu desktop. Fitur memudahkan mengganti setting yang sering sekali dirubah.

Perubahan hardware juga peningkatan dalam kemampuan Eye AF dan tracking subject. Refresh rate yang diusung oleh viewfinder pun kabarnya ditingkatkan. Selain perubahan diatas, terdapat pula perbedaan sebagai berikut:

  • Buffer yang lebih besar (233 file > 150 files)
  • Proxy movie mode (merekam video 720p disamping perekaman 4K)
  • ‘Zone’ AF area mode
  • Penambahan mode Variabel size spot metering, Entire Screen Average dan Highlight Spot Metering
  • Memberikan penilaian pada gambar (memudahkan seleksi photo)
  • Tiga pilihan mode Auto WB (Std, Ambience atau White)

Selain dari perubahan diatas, RX100 VA memiliki spesifikasi dan kemampuan yang persis dengam RX 100 Mark V. Bahkan varian VA menghilangkan kompatibilitas atas PlayMemories Camera Apps. Pilihan yang terakhir ini mungkin akan mengecewakan banyak pihak, terutama yang sangat bergantung pada aplikasi timelapse atau built in filter.

Langkah Sony memperkenalkan Sony RX 100 VA terlihat mengejutkan tetapi sebenarnya merupakan langkah yang wajar. Banyak pencinta RX 100 yang merasa kecewa dengan perubahan yang hadir pada Mark VI. Kekecewaan tersebut terfokus pada diafragma lensa yang dirasa kurang besar. Ditambah lagi dengan tidak hadirnya built-in ND filter yang cukup penting untuk pengambilan video. Kekecewaan ini banyak muncul dari kalangan vlogger yang memang lebih membutuhkan bukaan diafragma yang lebih besar daripada rentang lensa yang lebih panjang. Hadirnya RX 100 VA mungkin ingin mencoba menutupi kekecewaaan tersebut. Terdapat kemungkinan pula bahwa Sony akan mengembangkan dua tipe dari seri RX 100, seri dengan rentang yang lebih panjang dan seri yang memiliki bukaan f stop yang lebih besar. RX 100 VA mungkin dijadikan test case apakah langkah tersebut perlu dilakukan Sony.

Sumber: DPReview

Leave a Reply

Your email address will not be published.